Jika ditanya siapa inspirasi saya, tanpa pikir panjaang saya akan menjawab Walt Disney, dan Fujiko Fujio. Hasil karya mereka memberi kemeriahan pada masa kecil saya, membuat saya bermimpi ingin menciptakan karya saya menjadi mimpi anak-anak masa depan. Ide-ide kreatif Walt Disney berasal dari hal-hal sederhana dalam lingkungan dan tingkah makhluk hidup pada umumnya, yang dibuat sedikit berlebihan. Mimpi-mimpi Fujiko Fujio yang dituangkannya dalam DORAEMON, membuat masa kecil saya mengenal kata luar biasa dan 'Unbelieveble', karena semua kemudahan dan hal-hal fantastic yang keluar dari kantong ajaibnya. Saya ingin menjadi seperti mereka, memberikan mimpi-mimpi, kekuatan pikiran dan keberanian yang muncul untuk tujuan baik pada masa kecil anak-anak.Selasa, November 19, 2013
Who Inspires me
Jika ditanya siapa inspirasi saya, tanpa pikir panjaang saya akan menjawab Walt Disney, dan Fujiko Fujio. Hasil karya mereka memberi kemeriahan pada masa kecil saya, membuat saya bermimpi ingin menciptakan karya saya menjadi mimpi anak-anak masa depan. Ide-ide kreatif Walt Disney berasal dari hal-hal sederhana dalam lingkungan dan tingkah makhluk hidup pada umumnya, yang dibuat sedikit berlebihan. Mimpi-mimpi Fujiko Fujio yang dituangkannya dalam DORAEMON, membuat masa kecil saya mengenal kata luar biasa dan 'Unbelieveble', karena semua kemudahan dan hal-hal fantastic yang keluar dari kantong ajaibnya. Saya ingin menjadi seperti mereka, memberikan mimpi-mimpi, kekuatan pikiran dan keberanian yang muncul untuk tujuan baik pada masa kecil anak-anak.Jumat, Maret 01, 2013
Sabai Generations Family (from derohima creative)
Selasa, Februari 19, 2013
Kamis, Oktober 25, 2012
Cinta versi saya (part1)
Alkisah 2 orang anak manusia yang terhubung karena satu persamaan. Cerita Cinta.
Lazim halnya dalam setiap kisah jika cinta bekerja pada dua pihak. Sang pecinta dan yang dicinta. Ini berlaku untuk pihak yang berjumlah satu, dua atau lebih orang. Berlaku juga antara tuhan dan hamba, hamba dan hamba. Tak perduli antara manusia dengan sesamanya, manusia dengan hewan, manusia dan tumbuhan, bahkan kadang antara percaya dan tidak, cinta ada antara manusia dan makhluk halus. Sudahlah, cinta memang milik sesiapanya. Tiada haraman pada makhluk untuk merasakannya. Karunia paling berharga setelah nyawa dan udara adalah cinta. Cinta kali ini juga pasti dirasakan oleh seorang pemuda ini.
Lihatlah, dia sedang duduk sabar menanti datangnya yang dicinta. Tangannya memetik senar gitar dengan lincah namun resah. Sudah berlalu jam demi jam sang pemuda ini duduk merangkul gitar, barang sebentar memetiknya, sejenak memandang ke gerbang taman. Menunggu. Awan gelap yang perlahan bergerak hingga kini berada di atasnya pun tak dirisaukan. Apalah daya, hati telah terpaut pada satu titik khayalan, datangnya kekasih hati dari arah gerbang taman, dengan riangnya yang biasa. Berjalan dengan meloncat-loncat macam kelinci dalam kisah fabel.
Teringat pesan tadi malam yang dia dengar dari ibunya. Yang dicinta datang pada saat pemuda ini masih dalam perjalanan pulang. Tak pernah sabar menunggu, yang dicinta hanya menitipkan pesan bahwa dia ingin bertemu pemuda besok di taman seperti biasa. "katakan padanya untuk bawa gitar ya bu..." sambil cengar cengir gadis itu kemudian pulang. Malang bagi si pemuda, berselang menit kemudian dia sudah mendengar pesan itu dari ibunya. Hatinya ingin segera menemui yang dicinta malam itu juga, namun ibu meminta untuk mengantarkannya ke rumah seorang handai yang sakit. Maka, di bangku taman itulah sekarang si pemuda berada.
Memang belakangan ini, si gadis hitam manis itu ramai membujuk agar diajarkan bermain gitar. Entah apalah alasannya. Tiba-tiba saja gadis yang selalu bilang bermain gitar itu tidak masuk akal antusias meminta belajar memainkannya. Tapi bagi si pemuda, tak menjadi persoalan jika si gadis punya alasan atau tidak, dapat berjumpa dengan wajah gadis itu saja sudah menjadi kesenangan tersendiri.
Nah, itu dia! Jilbab putihnya kelihatan bergoyang-goyang mengikuti badan si gadis yang berlari. Tampak khas cengirannya di wajah yang basah oleh keringat itu. "Wei! Maaf ya, tadi kita sekelas disuruh bersih-bersih kelas dulu. Katanya ada tamu yang bakal datang. Lihatlah bajuku yang penuh debu begini. Hehehe"
Tidak apa, sang pemuda tidak marah, merajuk pun tidak. Selalu ada wajah menerima padanya. Dia mulai memetik gitarnya. Ennnggg, lagu apa yang akan dimainkan hari ini? Pemuda itu menengadah. Mendung...
Tak selamanya mendung itu kelabu...
Usai belajar selama satu jam, si gadis terlihat mulai tidak konsentrasi. Pemuda menyudahi latihan itu kemudian bertanya kapan lagi waktu mereka berlatih bersama.
"menurutmu gimana hasilnya tadi? Sudah mulai bagus kan?" Pemuda itu mengangguk ragu.
Bagaimanalah, jika ia bilang belum, tentu gadis ini akan kecewa. Jika dia bilang sudah, berakhirlah kesempatan kecil untuknya menghabiskan waktu bersama gadis ini.
"See? Sudah kubilang jika aku punya keinginan, hal yang mustahil akan jadi biasa bagiku. Besok kita ketemu disini lagi ya. Aku ingin belajar sebuah lagu..." Kali ini anggukan si pemuda tanpa ragu.
Gadis itu kemudian merogoh saku tasnya. Mengeluarkan kotak makan, lalu menyerahkannya pada si pemuda. "Ini, sebagai imbalan kebaikan hatimu hari ini. Tadi harinya Tata Boga. Kami memasak bolu gulung. Separuh bagian untukmu, separuhnya lagi untuk ibu. Aku mau pamer bilang aku sudah bisa bikin bolu. Hehehe..."
Si pemuda menerima kotak makan itu dengan takjub. Takjub bukan pada bentuk bolunya yang lembut, tapi pada perasaannya yang kita sedang membumbung tinggi. "Bentuknya memang bagus, Perfect kalo guruku tadi bilang. Tapi hati-hati ya, kamu kujadikan kelinci percobaan." cengiran nakal itu muncul lagi. Kekasih hatiku, jadi kelinci percobaan selama bertahun-tahun pun aku rela!
Sabtu, Oktober 20, 2012
The invitations : Perihal Tiva
The Invitations : Perihal Prada
salahku benar,benarku salah? (on Saturday, October 24, 2009 at 11:53pm)
percuma saat kupikir aku akan berada tidak dalam buku agendamu,tapi di sudut depan hatimu...
aneh saat kuikuti kau,bukan sebagai ajudanmu,tapi sebagai orang dekatmu...
karena posisiku kau anggap sama dengan yang lain.
sayang aku tak pernah sadari itu...
aku tertutup dengan rasa sayang itu..
aku terkunci dalam rasa harap itu..
dan kuncinya pernah kutitipkan padamu..
dulu aku tak bisa menguasai diri saat 'nilai'ku dirasamu sama dengan mereka.
aku takut bagianku berkurang karenanya..
kucoba jauhi,tapi ingin itu menyerangku.
mencoba acuhkan apa katamu,walau itu merugikan untukku.
salah itu mengguncangku saat aku keliru,dan bertatapan denganmu.
kucoba halau semua pikiran melayang,karna kurasa kau bisa baca itu semua.
tanyaku..pernahkah terlintas dihatimu bahwa kenapa ada yang hilang?
kenapa tak seperti biasa?kenapa mulai jauh dan berubah?
kuharap itu ada.tapi kau tak tunjukkan padaku sayangnya..
aku jadi tidak tau.apakah benarku salah,atau salahku benar????
bertanya satu... (on Sunday, October 25, 2009 at 11:18pm)
aku mulai merasa tenang saat kau ternyata taw aku tidak senang dan ingin perhatianmu..
aku tidak tenang saat kau tak bersamaku,malah bersama mereka..
ketenangan itu terusik manakala kau tak tanyakan bagaimana keadaanku kalau aku tinggalkan dirimu.
aku tak tau apa kau lupa,
aku harap karena kau anggap aku dewasa..
rasa tenang hinggap saat kuutarakan bahwa aku keliru dan meminta maaf padamu,
tanpa kau tanyakan kau langsung membisiku bahwa kau memaafkan aku..
aku lapang,karena itu sama dengan merasa kau menerima aku baik atau buruk,
aku sesak,karena berfikir apakah kau tau apa alasanku.
aku memilih untuk lupakan dan hilangkan itu,
aku tenangkan pihakku dengan hati berontak,
karena apa yang kuutarakan tak sama dengan fikiranku..
aku hanya menyimpan harapan bahwa memang itulah yang terjadi.
hari ini aku bisa menangis menyesali.
bahwa aku dulu pernah berjanji padamu,
tidak akan mengecewakanmu,
dan akan mendapatkan apa yang aku inginkan.
tapi aku tak punya waktu lagi...
aku menangis,karena lega bahwa aku bisa untuk bermimpi.
mimpiku mengalir dengan sempurna,tanpa cacat.
semuanya terbayang dengan utuh.
sekarang saat ku disini dan kau disana,aku rindu.
ingin bertemu lagi..luapkan semua..
aku takut jika kau datang lagi,malah tak ada waktu untukku.
aku akan menghampirimu, kemanapun asal kau yang suruh.
karena kadang jika aku datang,kau merasa terganggu.
aku sang penganggu kah??
terpotong.. (on Monday, October 26, 2009 at 9:54pm)
angin memang berhembus selalu.jangan salahkan itu.tapi yang belum tepat adalah apakah kita memiliki perisai yang kuad dan cara yang tepat menahannya.
selalu merasa kekuatan itu akan ada,mengingat dengan mendengar suaramu..
senang walau kebahagiaan itu bukan kau berikan untukku.tapi melihatmu lega semua ini terjadi,aku pun merasakannya.
merasakan ada kekuatan di tempat lain yang mendorongku melangkah maju..
hanya untuk sekedar menyatakan inilah aku yang sebenarnya...
masih anak yang sama seperti waktu kau kuatkan dulu...
kisah putri bodoh yang buruk rupa... (on Friday, December 4, 2009 at 9:53am)
sang putri merasa kecewa pada dirinya sendiri. setiap pagi ia memandangi sang petani datang bersama keranjangnya dari balik jendela kamar sang putri. sang putri hanya bisa menggapai bayangan saja.
tapi bagaimana dengan petani itu sendiri??
tak disangka,petani yang cerdas itu tahu bahwa sang putri selalu memperhatikannya.ia sadar sang putri mengirimkan hati padanya.petani tidak tahu harus berbuat apa. karena dalam hatinya ia merasa sedikit ada perasaan ganjil saat melihat sang putri selalu dikelilingi oleh para pangeran-pangeran yang dapat tertawa lepas bersama sang putri. petani itu merasa bahwa mana mungkin ia dapat bersanding dengan seorang putri,sedangkan keadaannya sungguh sangat tidak sepadan dengan keadaan sang putri.ia yang berlumuran lumpur,bermandikan keringat setiap hari datang ke istana,manalah sebanding dengan sang putri yang selalu 'bahagia' di istananya.petani itu tidak pernah berani untuk menyatakannya,hingga rasa itu hilang jua.
lain hal lagi,seorang pangeran sahabat dekat sang putri ternyata juga memiliki perasaan kagum yang amad sangat pada sang putri.putri sendiri merasa nyaman saat bersama sang pangeran.sang putri dapat mencurahkan seluruh isi hatinya tanpa ada beban.hatinya yang sedih,dapat ia lupakan saat ia bersama sang pangeran.dan putri pun mulai membuka hatinya untuk sang pangeran.
namun,tak semudah kisah cinderella yang berakhir bahagia.sang pangeran merasa ia tak pantas bersanding dengan sang putri.karena ia berasal dari kerajaan sebuah daerah kecil yang berada jauh di pedalaman hutan.ia selalu merasa malu karena harta dan kejayaannya tak sebanding dengan yang dimiliki oleh sang putri.dan satu lagi,hatinya merasa tak sebanding dengan sang petani yang selalu diceritakan oleh sang putri dengan mata berbinar-binar.saat sang putri selalu menceritakan bagaimana tampannya sang petani,bagaimana cerdasnya sang petani,sang pangeran semakin merasa dirinya tak bernilai di mata sang putri,hingga akhirnya perasaannya pada sang putri akhirnya tertutupi juga.
sang putri semakin sedih,karena ia merasa bahwa dirinya memang tak patut untuk dicintai,bahwa dirinya tak cukup berharga untuk dihargai.ia makin terpuruk dengan keburukan yang selalu menjadi di pikiran-pikirannya.berita bahwa sang petani akan telah menikah dengan gadis desa yang cantik,serta berita bahwa sahabatnya dekat dengan seorang putri bangsawan membuat hati sang putri semakin luka.hingga akhirnya sang putri menjadi sakit-sakitan karena selalu merasa ia buruk,dan tak pantas untuk dicintai.
adakah obat yang dapat menyembuhkan sang putri???
lullaby's (on Friday, December 18, 2009 at 11:46pm)
there's no lullaby 2 attend me this night..
always give a thinks to get an answer..
my night always surrounded a questions from my way..
what can i do with my hand...
like as i have spoonfull a flour, sugar, and egg..
but i dont know how can make this become a cake with a strawberry..
always...
from us to us..(on Friday, December 25, 2009 at 10:13pm)
Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.
Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....
Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
untukmu sahabatku.. (on Sunday, February 14, 2010 at 10:53am)
Namun,aku kadang bosan dgn duniaku,aku ingin ada di duniamu untuk beberapa waktu..berharap menemukan sesuatu yg lain di duniamu..
Bersabar,kuhadapi duniamu yang lain itu,
Kulaburkan diri disana,menyesuaikan dgn maumu..
Namun aku sadar ada jurang yang disana..
Dan aku takut hanya aku yg sadar akan jurang itu..
Harapanku,kau hulurkan tali,agar aku dan kau bisa membangun jembatan,
Agar tak ada artinya lagi bagi kita akan adanya jurang itu..
gambaran itu masih ada di tanganmu.. (on Thursday, April 8, 2010 at 1:09am)
Bisakah kau berikan dengan tangan terjulurmu?
Aku ingin menerimanya kembali
hingga terpisah sudah pautan lama itu.
Bisakah kau kembalikan gambaran itu?
Aku hendak mengirimkannya pula pada yang lain.
Terlalu lama rasanya kau pendam gambaranku.
Hingga kini masih ada rasa ikatanmu di kaki,dan kekanganmu di tangan.
Menyergap saat sepi itu meramaikan hati.
Gambaranmu pun tlah aku bakar.
Menjadi debu yang terpendam di tanah itu.
Harusnya ku buang debunya ke samudra itu.
Agar tak pendam terlalu lama.
Kini dengan keberanianku,ku pinta lagi.
Baik-baik,tak seperti saad awalnya sampai padamu.
Biar aku lepas dan mencari angkasa baru..
Kapan saatnya kau kembalikan,
jangan itupun akan membuatku terlupa atau terluka..
tanda tanya besar... (on Thursday, April 8, 2010 at 9:41pm)
kenapa?
kenapa tak mau kau angkat wajahmu untuk memandangku?
kenapa tak mau kau keluarkan suaramu untuk menyapaku?
aku miliki salahkah?
bilang teman..
agar aku tak terlalu berfikiran buruk pada diriku sendiri..
atau kali ini ada salah yang terjadi padamu??
jangan..jangan merasa apa-apa kalau kau rasa itu..
aku kamu mereka semua sama..
tidak ada yang membedakan..
seburuk-buruknya diriku..
aku juga tahu..hubunganku dengan-Nya hanya dia dan aku yang punya nilai..
seburuk-buruknya dirimu..
itupun tetap engkau dan Dia yang mengetahuinya..
hufh..
aku saja bertanya..
ada apa sebenarnya dengan diriku..
Aku merindumu wahai kekasih hati (on Sunday, May 30, 2010 at 8:09pm)
Tak sanggup kulukiskan dengan kata-kata
Masih pantaskah tangan yang kotor ini menulis akan cinta hati padamu?
Cinta ini bukan dengan nafsu, bukan karena fisik atau materi..
Bisakah mereka para pemuja cinta menyadari dan mengerti rasa ini…
Tentang rasa yang kurasakan padahal tak pernah sanggup berjumpa denganmu…
Wahai kekasih-Nya…
Mereka berkata, manusia lahir dari cinta, karena cinta dan untuk cinta…
Aku bilang,
aku lahir dari cinta-Nya pada umat-Nya,
karena pertolonganmu pada kami,
dan untuk meraih cinta yang hakiki.
Para pujangga mengagungkan cinta di atas segalanya.
Bernafas karena cinta, dan mati pun dikarenakan cinta.
Aku bilang,
aku agungkan Dia sang pemilik cinta,
tiap nafas yang kuhembuskan karena rahmah cinta-Nya,
dan aku mati untuk menjemput janji cintanya pada kita para umat-Nya.
Kuharapkan jasad yang penuh hina dimata makhlukMu ini Tuhan,
Tak pernah hina di Mata-Mu…
Kuharapkan dosa ku yang selautan,
Akan mendapatkan ampunanMu yang melebihi luasnya langitMu.
Jalanku masih gelap, namun aku percaya
Di ujung jalan sana, kekasihMu menunggu dengan maghfiratMu.
Masih pantaskah aku melakukan dosa, padahal Kau telah memberikan cahaya kesucian pada kami?
Rasulullah.. (on Sunday, May 30, 2010 at 8:19pm)
Mengapa aku tak hidup di zamanmu?
Mengapa aku tak memiliki kesempatan untuk berjumpa langsung denganmu?
Mengapa aku tak dapat ikut serta berjuang bersamamu?
Lalu aku tersadar..
Siapalah aku?
Hamba nan banyak menuntut?
Dapatkah aku memastikan,
Apabila aku hidup bersamamu di zaman itu,
Aku akan menjadi salah seorang dari pembelamu?
Alangkah penuh penyesalannya ruh ini, bila sehidupnya aku di zaman itu,
Aku merupakan bagian dari salah satu musuhmu
Disini tampaknya aku belum menjadi hambamu yang meneladanimu wahai rasulullah…
Jikalah aku meneladanimu, maka aku tak kan munculkan pertanyaan itu.
Bagaimanalah aku sang pengeluh ini, dapat bertahan saat kau dihina dan dijatuhkan mereka?
Tak kan…tak kan…
Aku takkan bertahan…
Dan akhirnya, ujung dari semua pertanyaan itu adalah…
Aku harus bersyukur bahwa aku lahir saat ini…
Menjadi hamba yang mempunyai tugas, untuk terus meneruskan perjuanganmu
Wahai kekasihku…
maya-mu yang mulai tertinggal... (on Friday, June 18, 2010 at 10:34pm)
sungguh..jikalau selalu berusaha menemani,maka aku akan menutup kisah ini
sungguh..jikalau kau berusaha menutupi,maka aku akan berlari menghindari
semua kesungguhan ini benar adanya jika kaupun benar ada
tidak,kau tidak ada..
kau maya bagiku..
maya karena tak tergapai..
sejulur demi sejulur mulai ada memang dalam bayangan
tapi bertitik-titik kau mulai kabur dari pandanganku..
berhingganya waktu aku menjalani
tak aku tau berapa lama aku sanggup untuk menggenapinya
aku keliru kurasa,dia rasa juga begitu
tapi mungkin lebih keliru saat aku mengingkarinya...
untukmu sang penebak kata-kataku..
kali ini pun untukmu...
namun berhati-hatilah dalam pengertianmu
akan kata-kata
Sayap yang tak pernah Patah (on Thursday, October 14, 2010 at 6:01pm)
sebuah kanakalan seperti membolos, kadang membuahkan hasil yg amat sangat besar.
jikalau tidak kuberanikan diri mengorbankan mata kuliah2 itu, tak akan kudapatkan ilmu-ilmu ini..
sebuah bahan bacaan yang kurasakan cukup menghibur hati...dari Anis Matta
Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas.
Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu di sana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:
O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.Mari kita ikut berbela sungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.
Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai di sana. “Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi, “sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain.” Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.
Kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejewantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu kita pada posisi kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab di sini kita justru melakukan pekerjaan besar dan agung: mencintai.
Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang terjadi sesungguhnya hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pencinta sejati selamanya hanya bertanya: “apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.
Jadi, kita hanyalah patah atau hancur karena kita lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.
dia dan aku...(on Tuesday, November 16, 2010 at 10:48pm)
dia dulu juga sering bermain-main dengan waktu,kurasa...
dia dulu juga kadang tidak menuruti semua kata ibu dan gurunya,aku yakin itu...
tapi kita lihat nanti bagaimana dia...
cerita dia padaku, dia hanya berfikir bagaimana aku akan hidup hari ini...
cerita dia padaku, dia selalu berharap suatu hari hidupnya seperti apa yang dia mau...
cerita dia padaku, dia pun juga dulu pernah punya seseorang yang dikagumi, walau hanya dalam hati,..
bisakah kita lihat bagaimana dia sekarang?
tunggu, aku ingin mengisahkan sedikit lagi saja...
dulu tak pernah berfikir olehnya bagaimana hidupnya akan berakhir...
dulu tak pernah meminta kehidupan disana lebih baik daripada apa yang dia dapatkan hari ini disini...
dulu tak pernah pula dia bergerak untuk kehidupan orang lain, karena dia masih berfikir dengan keegoisan untuk dirinya sendiri..
namun...sekarang...
kulihat dia sudah mengangkat kepalanya saat datang kembali ke rumah masa lalunya...
kulihat semua foto-fotonya menggambarkan betapa bangga dia berada di antara mereka yang tak pernah ia bayangkan akan mendengarkan presentasinya...
kulihat dia sudah disibukkan oleh semua relasi-relasinya yang tak berhenti menghubunginya...
kulihat dia dapat menatap orang dan memberikan sentuhan semangat melalui aliran tatapannya...
dari mana semua itu?tanyaku polos.
dia tersenyum...
mungkin dalam fikirannya aku ini masih belum menemukan apa yang sudah dia temukan sekarang..
apakah itu??
jalan, hanya jalan yang dia temukan...
entah jalan yang berakhir dengan kelapangan suau perasaan,
entah jalan yang di ujungnya ada sinar terang nan melegakan...
atau malah sinar terang yang berasal dari mata air nan kesejukan mengalahkan semua dahaga..
aku? apakah masih terlalu muda untuk menemukan juga jalan itu?
entahlah...
kadang kurasa biarkan saja akhirnya jalan itu yang datang di hadapanku.
bentuk dari sebuah keputus asaan yang tersiakan...







